misteri (pudak sari)-1

Misteri:

—–ada foto—-

#Obsesi Membangun Wisata Mistik di Karangasem (1)

Nonton Paruman Leak dari Bukit Pudak Sari

Leak itu, benar-benar ada. Bisa dibuktikan dan disaksikan aktivitasnya. Bagi ingin mengetahui hal itu, hubungi saja paranormal I Wayan Dite Wijaya, di Banjar Pesangkan Anyar, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Karangasem.

Sebab, tokoh, ayah 5 anak, dan 8 cucu itu, berkali-kali mengantar rekan-rekannya nonton bareng paruman leak dari Bukit Pudak Sari, di Banjar Alastunggal, Desa Duda, Kecamatan Selat, di setiap malam Kajeng Kliwon.

Sekitar tahun 1980-1990-an, Dite beserta keluarganya lebih sering menggelar kemah di Bukit Pudak Sari, mengingat dia memiliki 7 hektare lahan perkebunan cengkih. “Setiap malam Kajeng Kliwon, paruman leak itu bisa diawali pukul 20.00 Wita hingga 03.00 Wita. Ditandai banyak lampu berkerumun,” kenang mantan anggota DPRD Karangasem dari Fraksi Golkar tiga periode, tahun 1971-1977, tahun 1977-1982 dan tahun 1982-1987, di kediamannya, Minggu (10/1).

Paruman leak itu katanya bisa disaksikan dengan jelas. Lokasinya di perkirakan di Banjar Batu Gede, Desa Dua Timur, tetapi bisa dilihat dari Bukit Pudak Sari itu. Tanda-tanda dimulainya paruman gaib, katanya, adanya isyarat lampu yang terbang dari seluruh penjuru mata angin berkumpul di satu titik yang telah disepakati. “Warna lampu itu tidak begitu besar, sebesar bola tennis, warnanya merah, tetapi cahayanya suram, tidak seperti lampu biasa, yang bersinar terang,” katanya.

Setelah seluruh peserta paruman itu datang, maka terakhir datangnya kelian leak, atau ratunya leak, ditandai munculnya lampu besar sebesar bola basket, warna biru. “Kedatangan lampu biru itu langsung disambut puluhan lampu-lampu merah yang telah menunggu lebih dulu,” jelasnya.

Tata cara penyambutan atas kedatangan ratu leak itu, katanya, ditandai cahaya lampu merah berkerumun mendekati lampu biru tersebut. Terkadang berkumpul jadi satu, selanjutnya, terpencar lagi, bergeser ke beberapa meter. Tetapi pergerakannya di sekitar itu saja. Begitu seterusnya.

NusaBali sendiri juga pernah menyaksikan sekumpulan lampu di malam hari berkerumun, dipimpin lampu besar warna biru, di sekitar Bukit Pudak Sari, Banjar Alastunggal, sekitar tahun 1977. Apa yang diceritakan paranormal yang pensiunan PNS itu, begitu adanya di lapangan.

“Siapapun yang datang, di hari malam Kajeng Kliwon, tanpa kecuali, bisa menyaksikan paruman leak itu. Makanya setiap orang yang saya ajak, menjadi percaya, aktivitas itu memang ada,” katanya.

Salah satu menantunya, Didit, mulanya tidak percaya atas cerita leak yang begitu menghebohkan. Dite, kemudian mengajaknya berwisata ke puncak Bukit Pudak Sari, sambil berkemah. Ternyata dikagetkan, dari pukul 20.00 Wita, disaksikan cahaya gaib berkelebat di puncak bukit itu.

Hanya saja, katanya, belakangan ini semenjak seluruh kampung diterangi listrik, aktivitas paruman leak mulai berkurang. Itulah sebabnya, mulai ragu mengembangkan paket wisata mistik di Bukit Pudak Sari. Padahal menurutnya, panorama alam di sekitar itu, di siang hari sangat mengagumkan. Pemandangan mengarah ke 360 derajat. Ke arah utara bisa saksikan Gunung Agung, dan Gunung Batur. Ke arah barat bisa disaksikan Kota Denpasar, ke selatan yang terlihat Klungkung dan laut, ke timur terlihat Kota Amlapura, Candidasa dan sekitarnya. Hanya saja, perlu diwaspadai jika berwisata ke Bukit Pudak Sari, masih banyaknya monyet liar, cukup membahayakan. Jalur menuju Bukit Pudak Sari, mesti melintasi Desa Pakraman Padangtunggal, selanjutnya menuju Banjar Alastunggal, naik ke arah selatan. wayan nantra

Foto: jalur ke Bukit Pudak Sari, dari Desa Padangtunggal, tempat paruman leak

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: