misteri, pudak sari (2)

Misteri:

#Obsesi Membangun Wisata Mistik di Karangasem (2)

Dikejar Leak, Sembunyi di Pura Pudak Sari

Namanya juga leak, yang menganut ilmu pengleakan bagian dari ilmu pangiwa, ilmu hitam atau aliran kiri yang kerjanya suka usil. Juga disebut aji wegig. Selalu mencari-cari kesalahan orang lain, untuk dijadikan calon mangsanya, guna melampiaskan nafsu buruknya.

Biasanya di setiap melakukan aktivitas malam, sangat rahasia. Bahkan, suami, atau istri dan anak-anaknya pun tak boleh tahu. Termasuk lontar yang dimiliki, sangat disembunyikan, namanya Lontar Durga Paruna Tatwa.

Tetapi tak perlu gusar, jangan buru-buru memvonis ajaran leak itu, digunakan untuk kejahatan secara gaib. Leak juga ada yang baik ada yang jahat. Leak yang baik disebut Leak Sari, Leak Petak, atau Leak Putih, berguru langsung kepada Dewa Brahma, tak mencelakai manusia. Leak jahat, dinamai Leak Pamoroan, Leak Badeng, atau Leak Selem, berguru kepada Batari Durga, suka membencanai umat manusia.

Begitu juga di saat asik beraktivitas, baik di kuburan maupun di tempat lain, tak boleh ada yang tahu, takut ilmu sihir yang diamalkan selama ini disebarkan warga sekampung. Tetapi yang dialami I Ketut Sudita, warga Banjar Pesangkan Anyar, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Karangasem saat berkemah di Bukit Pudak Sari, Banjar Alastunggal, Desa Duda, Kecamatan Selat, sambil menyaksikan paruman leak, ditandai berkumpulnya puluhan lampu gaib, tanpa disadarinya saat mengintip diketahui salah satu leak.

Leak berupa cahaya merah, yang tidak diketahui identitas pemiliknya, marah. Tak tanggung-tanggung mengejar Sudita bersama lima rekan-rekannya. Lampu merah dengan cahaya agak suram itu bergerak semakin mendekat. Didit salah seorang rekannya mengetahui hal itu, kemudian diajak menghindar. Maka ramai-ramai bersembunyi ke Pura Pudak Sari.

“Jarak tempat kemah dengan Pura Pudak Sari sangat dekat, makanya saya gampang sembunyi. Setelah berkumpul di Pura Pudak Sari, merasa aman, tak dikejar lagi,” kenang Sudita, putra keempat dari 5 bersaudara, yang ayahnya I Wayan Dite Wijaya, seorang paranormal, disegani di kampungnya, belum lama ini.

Atas kejadian itu Sudita mengaku tidak pernah kapok. Berkemah merupakan bagian hobinya bermalam di puncak bukit di tegalannya sendiri seluas 7 hektare. Selain panoramanya sangat indah di siang hari, dan di malam hari juga dapat menyaksikan kelap-kelip lampu kota, dan lampu-lampu milik para siluman.

Di kesempatan berikutnya, kata Sudita, kembali berkemah di tempat sama, bersama rekan-rekannya. Salah satu kegiatannya, membuat api unggun. Ternyata korek api digunakan menyulut api unggun, tak kunjung hidup, hingga habis. Maka Sudita pasrah, batal membuat api unggun, kemudian bersama rekan-rekannya tumpukan kayu bakar itu ditinggalkan ke kemahnya, tidur-tiduran.

Di luar dugaan, tumpukan kayu bakar itu disambar cahaya gaib, kemudian terbakar hingga membakar kayu bakar itu hingga ludes. Saat itu membuat Sudita dan kawan-kawan ketakutan. Tak berani keluar, hanya menyaksikan dari celah-celah kemah.

Kali ini, aktivitas dilakukan Sudita, justru dibantu makhluk siluman.  Bisa jadi kelompok Leak Sari yang membantunya. Sebab, Dewa Braham jadi guru leak itu alias dewa api. Kedudukan Leak Sari pada aksara Ang, huruf suci Dewa Brahma, atau aksara pertama, dari OM (Ang, Ung dan Mang). Di dalam kegiatannya Leak Sari lebih mengamalkan ajaran Dasa  Aksara. i wayan nantra

Misteri: Menuju Bukit Pudak Sari, bisa lewat jalur Desa Padangtunggal

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: