misteri, pejanuran (1)

Misteri:

—-ada foto—-

#Kisah Gaib di Gunung Pejanuran, Lingkungan Galiran (1)

Antara Takut dan Senang, Berteman Nyonyo Gobleg

Sepasang suami istri I Wayan Keteg (almarhum) dan Ni Wayan Tegep, selama tinggal di Gunung Pejanuran, Lingkungan Galiran, Kelurahan Subagan, Karangasem,  pernah berteman si Nyonyo Gobleg. Disebut dengan istilah itu, karena wajah si Nyonyo Gobleg itu dengan ciri khas, kedua susunya panjang bergelayutan sekitar 30 cm, dari pangkal hingga perutnya. Ciri lainnya, tanpa mengenakan pakaian atas, hanya memakai kain lusuh selutut, rambut kusut, kepalanya botak, giginya bercaling panjang. Kuku tangan dan kakinya panjang.

Demikian dituturkan Ni Wayan Tegep, di kediamannya, Minggu (17/1), yang mengenali langsung wajah menyeramkan si Nyonyo Gobleg itu.

Antara menakutkan dan menyenangkan dirasakan Ni Tegep, campur aduk, setiap kali Nyonyo Gobleg menampakkan diri. Ni Tegep, ibu 6 anak, dan 19 cucu, di satu sisi merasa senang si Nyonyo Gobleg itu sesungguhnya beretikad baik, bersedia menjaga keamanan rumahnya, sehingga terbebas dari ulah para pencuri. Tetapi, terkadang merasa takut, karena wajah Nyonyo Gobleg menyeramkan, mirip salah satu makhluk siluman jenis, Leak Celuluk.

Diceritakan, suatu hari, suaminya I Wayan Keteg, pulang dari acara matuakan (pesta tuak), tiba di rumahnya, pukul 00.00 Wita. Begitu Ni Tegep membuka pintu, suaminya masuk kamar, ternyata kedatangannya diikuti si Nyonyo Gobleg, bersandar di tembok. Mulai saat itulah Ni Tegep mengenal wajah Nyonyo Gobleg.  Nyonyo Gobleg itu, kemudian diusir dari kamarnya, selanjutnya Nyonyo Gobleg menurut saja, bersandar di halaman rumah.

“Suatu malam, saya hendak kencing, ternyata Nyonyo Gobleg itu saya lihat bersandar di batang pohon. Saya terkejut, saya buru-buru masuk kamar. Memang, tidak mengganggu, tetapi takut juga karena penampilannya menyeramkan,” kenang Ni Tegep.

Ni Tegep mengatakan, rumah Nyonyo Gobleg tak jauh dari tempat tinggalnya di Gunung Pejanuran. Tepatnya di Tempek Cupung, sekitar sumur tua, atau dekat batu besar. Tetapi, hanya almarhum I Wayan Keteg, yang mampu berkomunikasi dan berteman akrab dengan si Nyonyo Gobleg itu.

Bukan hanya keluarga Ni Tegep saja yang mengetahui keberadaan Nyonyo Gobleg tersebut, juga warga sekitarnya sempat menyaksikannya. Salah satunya, I Ketut Rai.

Suatu sore, Rai hendak ke pusat pemukiman di Lingkungan Galiran, sambil membawa dua ekor ayam, berjalan di lorong tegalan. Tiba-tiba dikejutkan atas munculnya wajah Nyonyo Gobleg, bersandar di pohon nangka. Rai, kaget. Langsung lari, kembali ke rumahnya, sambil memegang erat-erat kedua ayamnya. Tanpa di sengaja, saking takutnya, leher kedua ayam itu tercekik keras-keras hingga mati.

Cerita mengenai Nyonyo Gobleg semenjak itu semakin meluas. Warga Lingkungan Galiran, sangat meyakini keberadaan makhluk gaib, penghuni tegalan tersebut. Walau selama ini, tak seorang pun yang merasa kena musibah, gara-gara si Nyonyo Gobleg, kenyataannya warga tetap saja merasa takut. i wayan nantra

Foto: Ni Wayan Tegep, dan suaminya Keteg, berteman Nyonyo Gobleg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: