misteri, pejanuran (2)

Misteri:

—-ada foto—-

#Kisah Gaib di Gunung Pejanuran, Lingkungan Galiran (2)#

Nyonyo Gobleg Pilih Mengalah, Saat Rumahnya Diganggu

Gunung Pejanuran, di Lingkungan Galiran, Kelurahan Subagan, Karangasem, yang dijaga Nyonyo Gobleg, menjadi cerita lama bagi warga sekitarnya. Nyaris setiap warga di kampung itu mengetahui keberadaan makhluk menyeramkan, dengan ciri khas susunya bergelayutan panjang sekitar 30 cm, bercaling, tanpa busana atas, hanya mengenakan kain lusuh selutut.

Sesungguhnya Nyonyo Gobleg itu sebagai penjaga wilayah Gunung Pejanuran, sebuah gunung kecil berupa tegalan, hanya berisi tanaman keras berupa kelapa.

Tetapi tempat mangkalnya Nyonyo Gobleg itu di sepasang batu besar, di dekat sumur atau depan rumah milik Ni Wayan Tedun dan Ni Nengah Alit. Selama ini, keberadaan makhluk aneh itu, tidak pernah mengganggu warga, tidak pernah membencanai warga sekitarnya, hanya saja warga tetap takut, jika  sesekali wajah Nyonyo Gobleg muncul dengan mata mendelik, bagaikan raksasa.

Hanya I Wayan Keteg, almarhum, dari Lingkungan Galiran, Kelurahan Subagan, selaku  pawang dari Nyonyo Gobleg yang bisa berkomunikasi langsung, dengan bahasa yang berlaku di dunia maya.

Sedangkan Ni Tedun dan Ni Alit, yang sehari-hari hidup berdampingan dengan Nyonyo Gobleg, tak pernah merasa risau, merasa takut atau waswas. “Nyonyo Gobleg itu sebenarnya itu baik. Saya tidak pernah memberikan apa-apa. Tidak pernah memberikan larapan, atau suguhan apapun, tetapi saya sekeluarga tetap merasa aman-aman saja,” demikian Ni Tedun, sembari menunjukkan batu besar berlapis dua, sebagai rumah Nyonyo Gobleg, di Tempek Cupung, Gunung Pejanuran, Lingkungan Galiran, Senin (18/1).

Ni Alit juga mengatakan, di batu berlapis itu, sering ada anak-anak bermain-main, sambil duduk-duduk. “Saat ada anak-anak duduk-duduk di batu besar itu, Nyonyo Gobleg memilih menyingkir. Walau rumahnya diganggu, Nyonyo Gobleg tidak marah,” demikian Ni Alit.

Nyonyo Gobleg itu kata Ni Alit memaklumi, jika anak-anak lagi bermain, di sekitar batu besar itu hingga memanfaatkan batu tersebut untuk arena bermain. Hal itu bukanlah dianggap mengganggu. Beda dengan sekelompok pemuda yang suka usil, maka ketenangan Nyonyo Gobleg bisa terusik. “Jika Nyonyo Gobleg itu lagi marah, caranya melawan dengan memperlihatkan diri,” lanjut Ni Alit.

Jauh sebelumnya, semasih I Wayan Keteg bermukim di Gunung Pejanuran, di setiap Keteg bepergian melintasi rumah Nyonyo Gobleg, maka makhluk berwajah menyeramkan itu terus merengek-rengek minta diajak. Karena seringnya Nyonyo Gobleg mendesak almarhum, maka sempat diajaknya singgah ke rumahnya di Gunung Pejanuran, sehingga membuat istrinya Ni Wayah Tegep terkejut atas kemunculan sesosok menakutkan, mirip makhluk siluman malam. Sejak kejadian itulah, Nyonyo Gobleg, menjadi penjaga rumah almarhum, sehingga aman.

Setelah Keteg meninggal, tahun 2008 lalu, maka Nyonyo Gobleg kembali ke rumahnya semula, tanpa teman. i wayan nantra

Misteri: Ni Tedun (kanan) dan Ni Nengah Alit, di rumah Nyonyo Gobleg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: